Monday, May 20, 2019

Ini Dia yang Ditunggu-tunggu Orangtua
.
.
.

Terkadang kita sebagai orang tua bingung.. apa ya tema yang pas untuk ngobrol-ngobrol sama anak kita? Koq rasa-rasanya mereka lebih dekat dengan teman-temannya dibandingkan kita ya?  Waktu ME TIME, ngomongin apa aja ya supaya pe-de-ka-te nya nyambung?

Alhamdulillah jawaban itu ketemu disini..

Niat saya untuk bertemu dengan salah satu dai muda idola saya dan anak-anak terkabul. Meski hanya lewat pertemuan imajiner, ust Hanan Attaki menjelaskan bahwa berdasarkan pegalaman dan pengamatannya di lapangan para millennials itu memiliki tiga tantangan:

1.    Karir
2.    Entertain
3.    Love

Apa saja hot issues di bidang Karir? Nah hal itu menyangkut pelajaran, sekolah, kuliah, kerja, pekerjaan, dan karir. Mereka butuh didengarkan apa keluhan-keluhannya disitu. Kadang nggak butuh solusi koq. Orang kalau mbahas pelajaran, kadang-kadang saya juga gak paham. #hehe.. pelajaran SMP sekarang kayak kita kuliah dulu.
Tapi, poinnya adalah dengarkan keluhan mereka, kesulitannya.. lalu coba kita sharing apa yang menjadi pengalaman-pengalamn kita. Pengalaman waktu belajar, waktu sekolah, pas kuliah, di tempat kerjaan or gimana kita bangun karir. Gak usah jaim kalau emang kita ada “kegagalan” disitu. Justru itu menjadi pintu masuk untuk anak kita. “oh, ortu ku open sama aku ya.. kenapa aku juga nggak open?” Begitu kira-kira. Nah, jangan lupa kasih masukan. “nah, mas coba belajar kegagalan dari Abi.. kamu harus ambil pelajaran dari situ. Abi yakin kamu pasti bisa lebih baik dari Abi.”   Asyik koq!

Sedangkan Entertain meliputi hiburan, olahraga, film, music, games (main), dan hobby. Kita mesti update dengan dunia mereka. Wah, kalau gitu harus sering lihat TV dan film dong! Hehe.. gak harus begitu koq. Di rumah kami tidak ada saluran TV. Tapi kami mengikuti perkembangan dengan membaca. Bisa dari koran, media social, mbah google, dan sumber-sumber lainnya. Pokoknya kita harus kreatif lah. Nggak usah baper kalau memang kita nggak tahu. Siap-siap kita dibully. Bisa sama istri. Bisa sama anak-anak. “Abi tu kudet. Nggak gaul.” Wah, kalau sudah begitu rumah jadi ramai banget! Hehe.. tapi setelahnya mereka akan cerita macem-macem yang kita kadang nggak tahu. #ini modus saya cari bahan untuk tulisan atau ceramah. 

Sementara cinta, jodoh, dan nikah masuk dalam pembahasan tentang Love. Nah, ini yang paling seru! Mulai masa-masa ketertarikan dengan lawan jenis. Ada getaran-getaran gimana gitu ketika ketemu dengan si dia, atau mendengar namanya. #ehm..  Yah kita harus bisa memahami sifat-sifat manusiawi itu. Sambil memasukkan nilai-nilai agama supaya mereka tetap terjaga keimanannya.

Coba perhatikan ketiga hot issues diatas. Apakah ada yang tentang agama. Nggak ada! Apakah ada tentang dakwah? Apalagi!  So, kita para orang tua dekati anak-anak kita, para milenial itu dengan bicara kepada mereka tentang isu-isu utama itu. Biar nyambung. Karena itu lah trending topic nya. Hehe..

Baru setelah mereka dekat.. kita akan bisa memasukkan nilai-nilai. Setelah itu bisa diarahkan tentunya.

Sudah kebayang ya sekarang? Masih sulit juga? Memang kelemahan di masyarakat adalah bahwa kita tidak disiapkan untuk menjadi orangtua. Kita disebut orangtua karena usianya sudah tua! Atau karena punya anak. Sementara ilmu dan skill menjadi orangtua tidak kita miliki. Akibatnya, banyak anak yang “salah asuhan” hehe.. Karenanya, orangtua juga tidak boleh berhenti untuk terus belajar. Tidak ada kata untuk terlambat. Sabda Rasulullah saw: "belajarlah dari buaian (ibu) sampai ke liang lahat."

Mari terus belajar jadi orangtua!



[Muhamad Arifin]


NB :

* silahkan share & komen jika bermanfaat
** btw, kalau ada Sekolah untuk Orang Tua ada yang mau ikutan?


#smpTunasBangsa
#smpAlFateeh
#smkAlFatah
#trendingTopicMillenials
#sekolahOrangTua

  “Mas.., ME TIME yuk..!”
.
.

“Bi, kenapa ya awan itu berarak seperti kapas?”

“Itu lah kebesaran Allah. Kadang seperti kapas, kadang seperti lembaran-lembaran tipis. Awan yang barusan kamu tanya itu termasuk Awan Sedang. Posisinya 2-6 km dari permukaan tanah. Jenis awan seperti itu dinamakan Awan Altocumulus. Berbentuk bulatan kecil-kecil seperti kapas yang menyebar luas di langit. Satu antara yang lain seperti terikat. Awan altocumulus memiliki warna putih hingga abu-abu. Persebaran awan ini sangat teratur di langit dan dapat menyelimuti sebagian besar permukaan langit. Munculnya awan altocumulus terkadang menandakan akan terjadinya hujan deras disertai petir.”

“Tadi khan Abi bilang termasuk awan sedang, emang ada yang lainnya?”

“Jenis awan sedang lainyya adalah Awan Altostratus. Awan ini banyak sekali mengandung butiran air. Oleh karena itu awan ini dapat menghasilkan hujan ringan dan virga (hujan yang tak sampai ke tanah). Secara fisik, awan ini berbentuk lembaran-lembaran tipis dan membentuk jalur-jalur berwarna keabu-abuan. Awan ini menutup sebagian besar permukaan langit, meski beberapa bagian masih dapat ditembus oleh cahaya matahari. Terbentuknya awan ini biasanya saat senja dan malam hari lalu akan perlahan hilang jika siang datang dengan matahari yang terik.”

“Mas Rafa tahu, siapa yang menciptakan awan?”

“Pasti Allah!”

“Yupz betul!”


Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya... [An Nuur (24): 43]

“Wah, subhanallah.. kitab suci kita luar biasa ya Bi..”


Kali lain saya ganti an tanya:

"Mas bagaimana perasaanmu kemarin bisa ngalahin 3 orang waktu Kejuaraan tingkat Kabupaten (kejurkab) catur?

"Mmmm.. Ah, biasa aja Bi.."

Cuek anak itu menjawab sambil lalu. Dilanjutkan dengan mainan bidak caturnya. 

Hehe.. Itulah ngobrol2 saya sama mas Rafa, anak ketiga.


Ada saatnya kita menyediakan waktu hanya berdua saja dengan satu anak kita. BERDUA saja. Istilah kerennya ME TIME.  Suatau saat asyik ngobrolnya. Terkadang dia nggak nyambung dengan obrolan kita. Kali lain dia cuek bebek, asyik dengan dunianya sendiri. Gak papa.. terus saja ciptakan momen-momen kebersamaan. Bangun kedekatan. Jika hari ini nggak nyambung, paling tidak beberapa “kosa kata” sudah pernah dia dengar, sudah terekam di memorinya. Suatu saat bisa dipanggil ulang (recalling). InysaAllah anak kita nanti akan kaya dengan kosakata dan lebih dewasa. 

Karena saat kita dekat itulah, itu adalah waktu paling tepat untuk menanamkan nilai. Tentu saja, agama diantaranya.   Saat itulah, kita, sebagai orang tua lebih banyak mendengarkan daripada minta didengarkan. Kita memposisikan diri sebagai teman untuk mereka.

Saya menjadi paham kenapa ada sebagian anak-anak diluar sana seperti susah dinasehati? Melawan ketika diarahkan? Berontak ketika diminta berbuat baik?

Bisa jadi karena kita ujug-ujug datang menasehati dia, tanpa membangun kedekatan terlebih dahulu. Tiba-tiba main ayat bak orang suci tanpa mengetahui latar belakang masalahnya. Langsung gunakan power sebagai orangtua tanpa pernah mendengar apa yang menjadi keluh kesahnya..   
 
Nah , di sekolah-sekolah kami (SMP Tunas Bangsa, SMP Al Fateeh, SMK Al Fatah), guru harus bisa menempatkam diri sebagai teman bagi murid. Tidak boleh jaim. Mentang-mentang guru semuanya serba tahu. Kami mau membuka diri. Kami belajar untuk menjadi teman yang asyik bagi murid. Karena bagi kami, membangun sekolah adalah membangun peradaban. Sebab terkadang seorang guru pun harus merendahkan hati untuk belajar dengan siapa pun, termasuk muridnya. 

Bagaimana menurut Anda? Komennya ditunggu dan share jika bermanfaat..  

[Muhamad Arifin]

#smpTunasBangsa
#smpAlFateeh
#smkAlFatah
#sekolahperadaban
#guruTemanyangAsyik

Friday, May 3, 2019


NGGAK USAH SEKOLAH LAH ....

Bayangkan.. Jika hari ini anda tidak menyelesaikan sekolah, apa yang terjadi dengan pekerjaan sekarang? Apakah akan bisa diterima bekerja di perusahaan tersebut?
Rasakan.. Jika hari ini anda tidak menyelesaikan pendidikan, apa yang terjadi dengan kehidupan sekarang? Apakah mampu mendampingi anak-anak belajar dengan segala macam tantangannya? Apakah mampu menjadi teman bicara dengan perkembangan zamannya?
Ah, sekarang saja rasanya kita tergagap-gagap dengan mereka.
Ngomongin HP saja mereka lebih canggih.
Ngomongin flim, music.. mereka lebih updated.
Apalagi ngomongin pelajaran..
Kayaknya kita orang tua ini produk jadul banget ya..?! #hehe, please sorry to say ya..

Padahal kita ini sudah sekolah, tapi kadang-kadang nggak nayambung dengan anak-anak sekarang.
Gimana kalau kita nggak sekolah? Nggak mengenyam pendidikan tinggi?  
Makin nggak konek khan?!

So, apa sih arti penting Pendidikan buat Ayah Bunda?
Kenapa kita harus menyelesaikan Pendidikan?
Kenapa kita harus mengenyam Pendidikan yang terbaik? Begitu pula dengan anak-anak kita?

Kalau yang dicari adalah selembar kertas ijazah, maka BIMBEL adalah pilihannya.
Masukkan kesana barang 6 bulan, maka bisa ngejar tuh nilai ujiannya (mungkin.. mungkin lho ya).
Kalau yang dicari hanya sekadar “pintar”, maka panggil guru les bisa jadi jawabannya.

Tapi, apakah itu yang kita cari?
Sekadar membentuk “anak pintar”?
Bukankah banyak di negeri ini orang pinter yang malah digunakan untuk minteri (ngakali) orang lain? Buktinya praktik korupsi masih merajalela..

Pikirkan..  jika kita mampu menghasilkan para Pemimpin yang Adil..
Rasakan..  jika kita mampu menghadirkan para Pengusaha yang Jujur..
Bayangkan.. jika kita mampu menampilkan sosok Ilmuwan yang Sholeh..
Niscaya negeri ini akan jaya dan diberkahi Allah

Karenanya kita butuh Pendidikan yang berbasis pembinaan akhlak.       
Di SMP IT AL FATEEH, kami menyebutnya sebagai Pendidikan Adab.
Para ulama sangat perhatian sekali mempelajarinya.
Ibnul Mubarok berkata,
تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين
“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”


Selama tiga tahun di sekolah, ini lah yang paling lama kita ajarkan: pelajaran adab.
Adab kepada Tuhannya, Allah SWT.
Adab kepada diri sendiri.
Adab kepada orang tua.
Adab kepada guru.
Adab kepada lingkungan sekitar.

Jika membentuk adab tidak penting mending nggak usah sekolah lah..
Atau, sekolah ngasal saja.. yang penting dapat ijazah..

Namun, jika membentuk akhlak atau adab sangat penting.. Pikirkan sekolah yang tepat untuk Ananda.
Memang butuh waktu. Proses yang lama, tidak instan. Itu lah kenapa kita butuh sekolah. Sekolah yang berkualitas.


Selamat Hari Pendidikan Nasional!


[Muhammad Arifin]

 Silahkan komen & share jika bermanfaat

Tuesday, March 12, 2019

Terkadang kita merasa nothing didunia ini.

Padahal Allah sudah lahirkan didunia ini kita & anak kita dgn karunia yg luar biasa.

Padahal Allah sudah lahirkan kita & anak kita dengan karunia yang luar biasa


Kisahnya menginspirasi

M JORDAN 👍👍(bukan Muhammad Jordan)

Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.” Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.” Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.

Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian.

Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?” Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.” Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”

Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.

Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.

Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.

Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.

Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”

Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”

Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”

Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian
menggelengkan kepala,
“Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya? Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing.”

Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?

Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan. Dia mengasah potensinya hingga akhirnya dia menjadi salah seorang pemain basket terhebat di dunia ini dan menjadi salah seorang atlet terkaya.



Salam Sukses,

Muhammad Arifin

Friday, March 1, 2019

SKEMA ALUR TES ORIENTASI KEMATANGAN USIA BELAJAR
( OKUB )




SEBERAPA MATANG ANAK ANDA BELAJAR?


Ada 3 hal ternyata tdk terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan yaitu: NEM, IPK dan rangking.

Teman saya, Profesor Agus, mengarungi pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2 & S3)

Kemudian beliau mengajar selama 15 tahun di universitas di 3 negara maju (AS, Korsel, Australia) dan juga di tanah air.

Beliau menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan.

Ternyata sinyalemen beliau ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan rangking) hanyalah faktor sukses urutan ke 30. Sementara faktor IQ pada urutan ke-21 dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23.

Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana: Anak anda nilai raport nya rendah Tidak masalah.

NEM anak anda tidak begitu besar?
Paling banter akibatnya tidak bisa masuk sekolah favorit,
yang menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh thdp kesuksesan

Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?

Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.

Dalam kurikulum semua ini kita kategorikan softskill.

Oleh karena itu lah, nilai-nilai softskill diatas di SMPIT AL FATEEH sangat kami perhatikan.
Hal ini tergambar dari visi besarnya berupa QUR’ANI, MANDIRI, BERPRESTASI.

Langkah awal menuju kesana adalah dengan melakukan Orientasi Kematangan Usia Belajar (OKUB) pada calon peserta didik baru. Dengan mengetahui kematangannya selanjutnya kami dapat memetakan kebutuhan dan cara belajarnya yang tepat.


Selamat bersenang-senang di SMPIT AL FATEEH ! 

Penulis : Muhammad Arifin, SE

Thursday, February 14, 2019

JADWAL PPDB 2019/2020 | SMPIT AL FATEEH TAHFIDZ & ENTERPRENEUR | SEMARANG


Jadwal Penerimaan Peserta Didik PPDB 
SMPIT AL FATEEH, Tahfidz & Enterpreneur 
Jl. Gasemsari No. 8 Tlogomulyo Pedurungan Semarang
Telp : 024- 76416881 / WA : 0812-1559-8080

Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah 
Tahun Ajaran 2019/2020. 



1 Desember 2018 -28 Februari 2019
Tes Okub : 2 Maret 2019*
Pengumuman : 5 Maret 2019


Gelombang 2 : 

1 Maret - 30 April 2019
Tes Okub : 4 Mei 2019*
Pengumuman : 7 Mei 2019


Gelombang 3 : 

1 Mei - 25 Mei -2019
Okub : 27 Mei 2019*
Pengumuman : 30 Mei 2019



* OKUB (Orientasi Kecerdasan Usia Belajar)
Keterangan waktu Jam : 09.00 - 13.00 WIB 
 dan tempat nya menyusul

Pendaftaran ulang :
 Setelah pengumuman hasil OKUB melalui Online 
dan Tempel di Sekolahan  

Verifikasi data pendaftaran ulang di sekolah: 6-7 Juli, 08.00-13.00 WIB. 

DAFTARKAN SEGERA !!! Kuota Terbatas 100 Siswa | SMPIT ALFATEEH Tahfidz & Enterpreneur Semarang

Informasi Pendaftaran SMPIT AL FATEEH 2019/2020


DAFTARKAN SEGERA !!! Kuota Terbatas 100 Siswa | SMPIT ALFATEEH Tahfidz & Enterpreneur Semarang"Berakhlaq Qur'ani, Berjiwa Mandiri, Berprestasi"

Semua orang tua pasti ingin anaknya menjadi anak yg sholeh/sholehah, tetapi mampukah kita mendidik/membangun karakter anak dgn sendiri? Sedang sebagian besar ada yg sibuk dengan kerjaan. Yanda/ bunda masih bingung mau sekolahkan ananda dimana? Ingin mencari sekolah dgn program berkualitas sehingga membentuk karakter anak? Kami sarankan bentuk karakter anak secara Islamic, Science, Creativity, & Entrepreneur, SMPIT AL FATEEH Tahfidz & Enterpreneur solusinya. Merupakan Sekolah Islam Terpadu yg berpusat di Semarang,  tempat yang jauh dari kebisingan Jalan Raya, Teduh, Nyaman, Luas, Fasilitas Ruangan Ber AC, Kelas hanya untuk 20 Siswa, Putra sendiri Putri Sendiri.
Alhamdulillah, bagi orang tua yg berkarir, businessman sudah membuktikan Anaknya Jadi mandiri, Sholeh/Sholehah & kerjaan orang tua tetap lancar. Dimana Setiap kelas diampu oleh guru2 profesional sehingga mampu membentuk Karakter anak secara Islamic, Hafal Qur'an, Kreatif, & berjiwa mandiri.
SMPIT AL FATEEH kembali membuka penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019/2020 kelas 7, Full Day School, hanya memberikan kesempatan untuk 20 siswa tercepat untuk Gelombang 1.  

Penerimaan terbatas sampai 28 Februari 2019, OKUB (Observasi Kecerdasan Usia Belajar) sebagai syarat untuk bisa diterima nya calon murid akan diadakan pada tanggal 23 Februari 2019. 

Buruan Daftar & dapatkan Spesial Price sampai akhir Februari 2019 !!! 
Dapatkan update info mengenai aktifitas dan perkembangan anak dengan bergabung : 


Website    : http://smpitalfateeh.blogspot.com/
Facebook : https://web.facebook.com/smpit.alfateeh
Instagram : https://www.instagram.com/smpit_al_fateeh/
Alamat      : Jl. Gasemsari Raya No. 8 Tlogomulyo Pedurungan Semarang

Telp          : (024) 76416881 | 0812-1559-8080● 

Ayo jangan ragu sekolah di SMPIT AL FATEEH Semarang.

Silahkan dishare, semoga dengan info ini bermanfaat bagi kita semua . . . amiinn...

#smpitalfateeh #sekolahislam #islamicschool #tahfidzulquran #smpislamterpadu #menghapalquran #sekolahterbaik #sekolahmuslim #PPDB2019/2020 #PPDB  #penerimaanpesertadidikbaru #parentingislam #parentinganak

Tuesday, February 12, 2019

SEKOLAH TAHFIDZ SEMARANG | (024) 76416881 / 081215598080


Selamat Datang di SMPIT AL FATEEH



sekolah tahfidz semarang, 024-76416881 / 081215598080


SMPIT AL FATEEH Tahfidz & Enterpreneur Semarang, Sekolah berbasis menghafal Qur’an bagi anak seusia pelajar SMP di era milenal sekarang ini sangat diminati banyak orangtua. Dengan tujuan agar anaknya bisa mengaji dan hafal al quran sebagai pedoman dasar untuk bekal masa depan mereka.

Diharapkan mereka menjadi anak anak yang sholeh sholehah bisa memberikan nuansa yang islami dalam rumah tangga dan keluarga yang berakhlaq baik. Orangtua mana yang tidak ingin anak nya jadi baik kepribadian nya, berjiwa mandiri tetapi akhlak nya juga baik serta berprestasi dalam hal ilmu pengetahuan dan agama. 

Berdasarkan hal tersebut Yayasan AL FATEEH Semarang mendirikan Sekolah Tahfidz Quran yaitu SMP ISLAM TERPADU AL FATEEH di jalan Gasemsari Raya no. 8 Kelurahan Tlogomulyo Kecamatan Pedurungan Semarang yang di resmikan oleh KH. Dzikron Abdullah (pengasuh Pondok Pesantren Ad Dainuriyah 2 Semarang) dan KH. Haris Sodaqoh (pondok Pesantren Al Itqon Gugen Semarang).

SMPIT AL FATEEH Semarang ini mempunyai visi  Berakhlaq Qurani, Berjiwa Mandiri, berprestasi, Misi sekolah yaitu mengintegrasikan limu qauliyah, kauniyah, amaliah, meluluskan siswa yang berkahlak mulia dan berkepribadian islami, mendidik generasi pemimpin yang hafal al quran dan berjiwa enterpreneur.


SMPIT AL FATEEH Sekolah Tahfidz & Enterpreneur Semarang
Jl. Gasemsari Raya No. 8 (belakang SPBU Gasem) Kel. Tlogomulyo Kec. Pedurungan Semarang 50195
Telp : (024) 76416881 / WA : 081215598080


SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM QUBUR | SMPIT AL FATEEH | (024) 76416881/ 0812-1559-8080

syafaat al quran didalam qubur, 0812-1559-8080

SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM QUBUR

Pertolongan Al-QURAN di Alam Kubur.

- Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi ALLAH pada hari Kiamat daripada Al-QURAN. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).

Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang - orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

-Setelah dikuburkan dan orang - orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”

Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al QURAN yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.

-Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

-Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-QURAN yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-QURAN akan menuntut kita.

Yaa ALLAH… terimalah bacaan Al-QURAN kami. Sempurnakanlah kekurangannya.

Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at  yang pasti dikabulkan ALLAH Subhana wa Ta'ala Aamiin..

Oleh: Prof.DR. Ahmad Sathori Ismail.


Sekolah Tahfidz Quran & Enterpreneur Semarang SMPIT AL FATEEH